FICTION

Merakit Perahu Bersama

Putar Videonya disini, dengarkan musiknya πŸ™‚

Hay. Sore kala aku mengetik entry ini , dirumahku sedang hujan lebat. Suaranya syahdu dan hawanya sejuk. Sambil aku berdoa, semoga kau slalu bersabar seperti purnama yang menanti waktu untuk mengunjungi bumi dipertengahan bulan nanti. Atau seperti matahari yang tenggelam beberapa belas jam dalam sehari, namun ketika waktunya untuk terbit lagi ia selalu siap hadir dengan berani. Semoga rapalan doa itu terkabul. Karna katanya, saat hujan adalah waktu mustajab untuk berdoa kan? πŸ™‚ Semoga pula kau sedang melengkungkan senyum termanismu, melihat ayah , ibu , dan saudara – saudaramu menanti adzan magrib dengan candaan renyah. Entah dimanapun kamu berada, siapa namamu, bagaimana wajahmu ku harap kau menyayangi mereka semua. Dan semoga suatu saat nanti aku berada ditengah – tengah kalian dan menjadi salah satu orang yang kau sayangi.

Oh ya, aku yakin kau akan sepakat denganku. kalau hidup selalu memberikan kita banyak kejutan. Kejutan yang terkadang buat kita kaget, gembira, sedih , bahkan nelangsa. Tapi itulah pelajaran untuk menjadikan kita dewasa. aku yakin juga kau akan sepakat kalau semua porsi waktu di dalam hidup kita sudah tertulis di skenario yang begitu indah. Tinggal kita melakukan hal terbaik untuk hari ini. Masalah nanti berserah diri saja.

DSCN4638.JPG

Sesuatu akan diberikan kepada kita jika kita siap bukan? Β Ya, aku percaya itu. waktu akan mempertemukan kita dikala aku dan kamu sudah siap. Tidak usah terburu – buru, kamu usahakan apa yang ingin kamu bawa saja, dan aku mempersiapkan apa yang akan aku persembahkan untukmu. Aku tidak menuntut kau membawa pesiar buatku. Bahkan aku ingin kita merakit perahu bersama. Kamu boleh membawa beberapa bilah kayu panjang, dan aku mambawa beberapa bilah kayu lagi untuk melengkapinya, atau mungkin aku bawa palu serta paku untuk menjadikan perahu kita kokoh nantinya. Percayalah, kamu tidak sedang mempersiapkan itu sendirian, aku disini juga sedang memikirkan rancangan perahu masa depan kita. lalu merakit hingga kita bisa berlayar bersama dan menggantikan perahu menjadi pesiar yang besar, hasil jerih payah kita berdua.

Kamu boleh membayangkan itu semua. Tapi untuk sekarang, aku hanya meminta kamu bahagia dengan kehidupanmu hari ini. Membebaskan dirimu menjadi apa Β yang kamu mau, tetapi tetap dalam koridor yang baik yah. Jangan terburu – buru akan hal ini. Nikmati saja penantian dan kesendirianmu sekarang. Karna aku ingin dengar semua cerita tentang masa mudamu yang menakjubkan. Aku ingin dengar itu ketika aku bertemu kamu dan bersiap merakit serta berlayar bersama dengan kesederhanaanmu πŸ™‚

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s