Muda, Uncategorized

Selamat Datang Di Quarter Life Crisis

Kalau sekarang kamu berada diusia 20 tahunan . Saya ucapkan  “Selamat Datang di Quarter Life Crisis” . Kamu tau gak sih setiap orang pernah ngalamin dan stagnant di fase ini? Tanpa kamu sadari, mungkin kamu sedang menyelami masa ini, dan tanpa kamu tahu juga ini disebut dengan Quarter Life Crisis. Wait !Wait! Mari kita pahami apa sih Quarter Life Crisis itu?

Dari yang pernah saya baca di portal majalah online http://www.cosmopolitan.com. Fase hidup ini disebut juga dengan krisis seperempat baya. Pada tahun 1997, Abby Wilner mencetuskan istilah ini ketika dia tidak tahu akan melakukan apa dihidupnya. Seseorang akan mengalami periode dimana dirinya mengalami rasa kekhawatiran, ketidakpastian dalam hidup dan kekacauan dalam batin.

Kamu juga pernah merasakannya kan ? Atau sedang merasakannya? Tenang – tenang ! saya pun mulai merasakan itu semua ketika usia saya 20 tahun. Dari hasil pengamatan dan dari diri saya sendiri , inilah yang dirasakan serta dialami oleh seseorang di Quarter Life Crisis nya

Quarter-Live-Crisis

Melihat Rumput Tetangga Menjadi Lebih Hijau

Benar atau benar nih teman – teman? Kamu pernah menilai orang lain yang sebaya dengan kamu, sudah terlihat lebih maju dibanding kamu kan? Apalagi dengan banyaknya media sosial yang menjamur , kamu  bisa dengan lebih mudah melihat orang lain menunjukkan progress dirinya. Teman – teman yang dulu suka main gundu bareng, bikin PR bareng di kelas, Main Barbie bareng , eh sekarang udah main saham aja dan udah jadi eksmud gitu. Sedangkan kamu merasa bukan apa – apa , karena masih jadi mahasiswa tingkat akhir yang  cuma sibuk ngurusin Skripsi dan IPK tanpa penghasilan. Pada suatu waktu ketika kamu sedang merasa inferior , pasti kamu bilang “enak banget jadi dia, udah berhasil aja. Aku mah apa atuh”.

Mulai Ragu Dengan Apa Yang Sedang Dijalani

Kamu pernah merasa flat  banget gak sih sama apa yang sedang kamu jalani sekarang? Rasa bosan sama pekerjaan atau kuliah, jenuh sama rutinitas, macet Jakarta, atau hal lainnya yang gitu – gitu aja? Kamu bahkan mulai ragu apa benar bidang yang sedang kamu jalani bisa buat kamu bahagia dan apa benar itu passion kamu? Biasanya dialami nih sama mahasiswa – mahasiswa yang ngerasa salah jurusan, alhasil mereka sering bolos kuliah dan males ngerjain tugas . Kemudian, ada semacam kekhawatiran dan ketakutan akan masa depan. “Bisa gak ya gue lulus tepat waktu? Ada gak  ya yang mau terima gue sebagai pegawai pas gue lulus nanti? Nanti lulus S2 atau menikah ya? Bekerja atau jadi ibu rumah tangga aja ya?  “.

Merasa Malu Saat Hari Lebaran

Whatss? Tahu gak kenapa? Pasti tahu dong. Yap. Salah satu hikmah dari hari lebaran adalah bertemu dengan banyak orang , dan  banyak sanak saudara. Tapi kamu kadang merasa malu karena mereka sering bertanya. “Kamu kapan lulus? Kamu kapan nikah, Mana calonnya kok gak di ajak?”. Kamu Cuma bisa tepuk jidat kan kalo gitu?. Dan satu lagi, yang bikin kamu mungkin malu dan minder, kamu belum bisa ngasih angpao lebaran padahal sepupu yang sebaya udah bisa ngasih. Kalau kali ini mungkin kamu ga tepuk jidat lagi, tapi tutup muka sambil melangkah ke belakang lalu kabur.

Merasa Jadi Beban Orang Tua

Di usia kamu yang sudah 20 tahun lewat dikit ini, kamu akan bertanya pada dirimu sendiri sampai kapan membebani orang tua secara financial. Kuliah masih dibiayain , baju masih dibeliin, mau beli pensil alis masih minta uang ke orangtua, mau jalan – jalan masih di donaturin. Menurut saya pribadi, ini hal yang paling berat buat fase Quarter Life Crisis nya saya, karena saya kuliah regular dan tidak boleh menyambi kerja, jadi belum punya penghasilan apa – apa. Saya suka merasa bersalah aja , kok saya bisa enak – enak nya gak mikirin gimana harus bayar kuliah, gimana harus mikirin biaya hidup untuk diri saya sendiri. Dan saya juga merasa sedih belum bisa ngasih apa – apa ke orang tua yang sudah berjuang untuk hidup saya dari kecil. Huhuhu. Kalau yang ini kamu merasakan juga kan?

Itu tuh yang dirasain sama kita yang hampir dewasa. Hehe

Tapi point penting yang harus kita ambil dari fase ini adalah, Kita gak bisa sama seperti orang lain dan sukses pada waktu yang sama seperti mereka. Tiap orang mempunyai waktunya sendiri – sendiri. Dan apa yang kita lihat di diri orang lain belum tentu sempurna seperti apa yang kita pikirkan. Tiap kepala punya beban yang berbeda, tiap jiwa mempunyai kebahagiaan yang berbeda pula.

Selagi kita masih ada , selagi itu pula kita punya kesempatan yang sama. Bukankah Roma tidak dibangun dalam semalam? Butuh perjuangan ekstra dan doa yang dirapal dengan khusuk serta keyakinan bahwa JanjiNya selalu benar, untuk mencapai itu semua.

Apapun fase yang kita lalui dalam hidup akan terasa bahagia kalau bersyukur. Bahagia berlebihan , bahagianya akan diambil. Bersyukur berlebihan , Bahagianya akan di tambah. Memang, kekhawatiran, keresahan, rasa malu, minder adalah manusiawi. Tapi dengan benteng keimanan dan percaya bahwa hidup bukan cuma tentang keduniawian saja, pasti kita lega menerima apapun yang diberikanNya.

Lakukan yang terbaik apa yang bisa kita lakukan pada hari ini. Kesusahan hanya sementara. Berlelahlah dalam berjuang. Agar merasa nikmat ketika hasilnya datang J

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s